Pernahkah Anda mendengar larangan menyapu di malam hari? Mungkin dari nenek, ibu, atau tetangga yang selalu mengingatkan, “Jangan menyapu malam-malam, nanti rezekinya hilang!” Kedengarannya mistis, ya? Tapi tunggu dulu, sebelum kita langsung percaya begitu saja, mari kita gali lebih dalam! Apakah benar hanya sekadar mitos tanpa dasar, atau justru ada penjelasan logis di baliknya?
Mitos yang Melekat di Masyarakat:
Mitos tentang larangan menyapu malam memang sudah mengakar kuat di masyarakat Indonesia. Konon, menyapu di malam hari sama dengan mengusir rezeki dan mengundang makhluk halus. Bahkan, ada yang percaya bahwa debu yang tersapu di malam hari adalah rezeki yang seharusnya datang. Akibatnya, banyak orang yang merasa was-was jika terpaksa menyapu di malam hari, takut mendatangkan kesialan.
Lalu, Dari Mana Asalnya Mitos Ini?
Sejarah mencatat, mitos ini kemungkinan besar berawal dari zaman dahulu kala, ketika penerangan masih sangat minim. Bayangkan hidup tanpa listrik, hanya mengandalkan lampu minyak atau obor. Di tengah kegelapan malam, menyapu lantai menjadi sangat berisiko. Kita tidak bisa melihat dengan jelas kotoran yang ada, sehingga malah bisa menginjak atau menyebarkan kotoran tersebut. Selain itu, benda-benda berharga seperti perhiasan atau uang receh yang jatuh juga rawan tersapu tanpa sengaja.

Alasan Logis yang Tersembunyi:
- Minimnya Penerangan: Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, minimnya penerangan di masa lalu membuat proses menyapu menjadi tidak efektif. Kotoran kecil atau benda berharga justru bisa terbuang sia-sia.
- Kesehatan dan Kebersihan: Debu yang berterbangan saat menyapu di malam hari, apalagi dalam kondisi minim penerangan, bisa terhirup dan mengganggu pernapasan. Alergi atau asma bisa kambuh karena hal ini.
- Waktu Istirahat: Dahulu, malam hari adalah waktu istirahat setelah seharian bekerja keras. Menyapu di malam hari bisa mengganggu waktu istirahat orang lain, terutama tetangga yang rumahnya berdekatan.
Studi Kasus: Pengalaman di Desa Tradisional
Di beberapa desa tradisional, larangan menyapu malam masih sangat dipegang teguh. Saat saya berkunjung ke salah satu desa di Jawa Tengah, seorang ibu bercerita bahwa ia selalu menyapu rumahnya di pagi hari. "Kalau malam, kan gelap. Nggak kelihatan bersihnya. Mending pagi-pagi, sekalian kena matahari, biar kumannya mati," ujarnya. Dari sini, kita bisa melihat bahwa alasan kebersihan dan kesehatan menjadi pertimbangan utama, meskipun dibungkus dengan kepercayaan mitos.
Rezeki Hilang? Mungkin Bukan Itu Maksudnya...
Jika dipikir-pikir, larangan menyapu malam yang dikaitkan dengan hilangnya rezeki mungkin memiliki makna tersirat. Menyapu di malam hari, dengan segala keterbatasan yang ada, justru bisa membuat kita kehilangan "rezeki" yang sebenarnya, seperti kesehatan, waktu istirahat, dan barang berharga yang tidak sengaja terbuang.
Jadi, Bolehkah Menyapu di Malam Hari?
Tentu saja boleh! Asalkan Anda memiliki penerangan yang cukup dan berhati-hati agar tidak ada barang berharga yang ikut tersapu. Mitos ini hanyalah warisan budaya yang memiliki alasan praktis di baliknya. Sekarang, setelah mengetahui penjelasan logisnya, apakah Anda masih ragu untuk menyapu di malam hari? Ingat, rezeki tidak akan hilang hanya karena menyapu! Yang terpenting adalah menjaga kebersihan, kesehatan, dan memanfaatkan waktu dengan bijak.