Pernahkah Anda berada di ruangan yang hening senyap, lalu tiba-tiba… ting? Bunyi nyaring dan singkat itu seolah memecah keheningan, hanya terdengar oleh Anda seorang. Seketika, pikiran kita melayang. Apakah ini pertanda? Ada yang memanggil nama kita dari alam lain? Atau… mungkinkah ada penjelasan yang lebih duniawi?
Mari kita kesampingkan sejenak teori konspirasi dan cerita mistis. Meskipun terdengar mengasyikkan, bunyi "ting!" di telinga, terutama saat sunyi, seringkali memiliki jawaban yang lebih ilmiah dan, jujur saja, sedikit kurang dramatis.
Tinnitus: Bukan Sekadar Mitos
Kemungkinan besar, Anda mengalami apa yang disebut tinnitus. Ini bukan penyakit, melainkan gejala dari kondisi yang mendasari. Tinnitus didefinisikan sebagai persepsi suara di telinga atau kepala, padahal tidak ada sumber suara eksternal. Jadi, bunyi "ting!" itu murni kreasi sistem pendengaran Anda sendiri.
Menurut National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD), sekitar 10-15% orang dewasa di Amerika Serikat mengalami tinnitus. Angka yang cukup signifikan, bukan? Tapi, apa sebenarnya yang menyebabkan suara "ting!" ini?
Penyebab di Balik Melodi Misterius Telinga
Ada berbagai faktor yang dapat memicu tinnitus, dan bunyi "ting!" hanyalah salah satu manifestasinya. Tinnitus bisa terdengar seperti dering, desisan, dengungan, atau bahkan detak jantung. Beberapa penyebab umum meliputi:
- Paparan Suara Keras: Ini adalah penyebab paling umum. Bekerja di lingkungan bising, sering mendengarkan musik dengan volume maksimal, atau bahkan menghadiri konser rock dapat merusak sel-sel rambut halus (stereosilia) di telinga bagian dalam. Kerusakan ini memicu sinyal-sinyal listrik abnormal yang kemudian diinterpretasikan otak sebagai suara. Pernahkah Anda merasa telinga berdenging setelah konser? Itu adalah tinnitus sementara.
- Gangguan Kesehatan: Beberapa kondisi medis tertentu dapat memicu atau memperburuk tinnitus. Di antaranya adalah:
- Infeksi Telinga: Peradangan di telinga tengah atau dalam dapat mempengaruhi pendengaran dan menyebabkan tinnitus.
- Penyakit Meniere: Gangguan telinga bagian dalam ini menyebabkan vertigo, gangguan pendengaran, dan tinnitus.
- Otosklerosis: Pertumbuhan tulang abnormal di telinga tengah yang menghambat gerakan tulang-tulang pendengaran.
- Tekanan Darah Tinggi atau Rendah: Fluktuasi tekanan darah dapat mempengaruhi aliran darah ke telinga bagian dalam dan memicu tinnitus.
- Tumor Akustik: Meskipun jarang, tumor non-kanker yang tumbuh di saraf kranial (biasanya saraf vestibulokoklear) dapat menekan saraf pendengaran dan menyebabkan tinnitus.
- Obat-obatan: Beberapa jenis obat, seperti aspirin (dalam dosis tinggi), antibiotik tertentu, dan obat kemoterapi, diketahui memiliki efek samping berupa tinnitus.
- Stress dan Kecemasan: Pernahkah Anda merasa bunyi di telinga semakin keras saat sedang stres? Ini bukan kebetulan. Stress dan kecemasan dapat memperburuk persepsi tinnitus.

Studi Kasus: Telinga yang "Bernyanyi" karena Stres
Bayangkan seorang akuntan bernama Maya yang bekerja di tengah musim pajak. Jam kerja panjang, tekanan tinggi, dan kurang tidur membuatnya sangat stres. Lama-kelamaan, Maya mulai merasakan bunyi "ting!" di telinganya, terutama saat malam hari ketika semua terasa sunyi. Setelah berkonsultasi dengan dokter THT, dipastikan bahwa Maya mengalami tinnitus yang diperburuk oleh stres. Kombinasi terapi relaksasi, perubahan gaya hidup, dan penyesuaian pola kerja secara signifikan mengurangi intensitas tinnitus yang dialaminya.
Lalu, Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun tinnitus seringkali tidak berbahaya dan hanya bersifat sementara, ada beberapa kondisi yang mengharuskan Anda untuk segera berkonsultasi dengan dokter THT:
- Tinnitus terjadi secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas.
- Tinnitus disertai dengan gangguan pendengaran, vertigo, atau rasa sakit di telinga.
- Tinnitus sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menyebabkan kesulitan tidur atau berkonsentrasi.
- Tinnitus hanya terjadi pada satu telinga.
Menemukan Kedamaian di Tengah Keheningan
Bunyi "ting!" di telinga saat sunyi mungkin terdengar misterius, tetapi seringkali memiliki penjelasan medis yang sederhana. Memahami penyebabnya dapat membantu Anda mengambil langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang tepat. Lalu, apakah bunyi "ting!" itu pertanda dari alam lain? Mungkin saja. Tapi, lebih mungkin lagi, itu adalah cara tubuh Anda memberi tahu bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan. Jadi, dengarkan baik-baik, dan jangan ragu untuk mencari bantuan profesional jika diperlukan. Apakah Anda siap mendengarkan tubuh Anda lebih seksama?